(sumber : google picture)
Ketika kita
membicarakan kebebasan pastinya terbesit pikiran “se bebas-bebasnya”. Kata
tersebut sangatlah utopis jika mengetahui keadaan sekarang. Awalnya, dalam
sejarah memang pengetahuan tentang kebebasan itu ada bahkan banyak pemikir
eksistensialisme memperkuat keadaan manusia itu ber eksistensi bebas, karena
manusia memang ada dan harus meng – “ada”. Keadaan tersebut karena sering kali
manusia itu seperti tidak ada eksistensi sama sekali. Jean Paul Sartre seperti
contoh, dia menggambarkan bahwa manusia itu bebas dan manusia itu harus
melakukan yang ingin diingkannya agar dia menjadi manusia eksistensi, tetapi
hal tersebut sangatlah utopis karena di dalam dunia ini mereka lupa bahwa ada
struktur yang telah mengatur tersebut. Memang manusia itu bebas, tetapi sebelum
adanya pengetahuan tentang structural. Bahkan, jika kita bebas, pengetahuan
kebebasan itu adalah struktur. Maka dari itu, apakah kebebasan yang digemborkan
saat ini masih revelan kalau diingat ada struktur di dalam masyarakat bahkan di
dunia ini ?.

anda hanya menjelaskan sebuah pernyataan yang NIHILISTIK dan sebuah bencana! dan mungkin itu adalah suatu yang bagus!
BalasHapus