98

Sebenarnya pembahasan tentang tahun 1998 itu sudah banyak, beberapa darinya ialah membahas tentang kekuatan mahasiswa pada jaman itu untuk menumbangkan rezim pemerintah, sebelumnya juga mahasiswa telah melakukan aksi yang sama terhadap pemerintah. Tetapi kali ini tidak akan membahas sejarah mahasiswa, tetapi revitalisasi terhadap semangat mahasiswa pada jaman lalu. Pada jaman sekarang sepertinya kata ‘mahasiswa’ itu telah padam dan menjadi kata-kata yang berbeda pada makna yang seharusnya. Sebagai mahasiswa yang dikatakan ‘akademisi’ mereka butuh penyegaran baru terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan, karena apa? Di jaman ini khususnya di Indonesia, yang harusnya mahasiswa itu memiliki passion untuk belajar,suatu perubahan terhadap masyarakat. Tetapi kenyataannya semenjak 98 mahasiswa telah tertidur sampai sekarang, saya bukan mengatakan bahwa ‘seharusnya kembali ke era 98’ tetapi lebih mengambil semangat membara bahwa mahasiswa sebagai akademisi itu mereka lebih peka terhadap sekitar, karena pada era ini pergeseran antara idealnya dan real telah berubah, karenanya mungkin itu mahasiswa tidak menyadarinya, beberapa memang sadar tetapi mereka lebih diam. Menurut mereka ‘sepertinya sama saja,bahkan kalau saya bergerak sekitar tidak akan peduli’.
Kembalinya semangat 98 itu penting karena itu bisa memajukan para mahasiswa untuk meng integrasi beberapa semangat instansi di seluruh Indonesia, karena di era ini seperti yang dilihat mereka lebih cenderung memerdekakan kelompoknya ketimbang kemaslahatan bersama, mereka berlomba-lomba memilih ber politik timbang ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam kaitannya artikel ini, mungkin saya berusaha untuk menumbuhkan semangat 98 yang notabenya mereka cenderung progress dan peka terhadap sekitar, tetapi sekarang kata semangat 98 diganti menjadi aktivitas mencari ilmu pengetahuan bukan Cuma memikirkan politik. Itu saja, mungkin di tulisan ini agak tidak jelas tetapi jika ada salah mohon maklum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar